Perjalanan PKM mahasiswa Universitas Mahakarya Asia Baturaja ke Bukit Bakung, Liwa

 

23 September 2021

            Saya mengikuti kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dengan tujuan untuk membantu mempromosikan tempat wisata yang ada di kota Liwa, Lampung Barat. Perjalanan dilakukan menggunakan 3 bus yang didalamnya diisi oleh mahasiswa UNMAHA Baturaja  https://instagram.com/unmaha.baturaja?utm_medium=copy_link mulai dari semester 3, 5, dan 6. Perjalanan menuju kota liwa ditentukan pada hari rabu, dan kami disuruh berkumpul di area Kampus pada pukul 08.00 dan melakukan upacara keberangkatan pada pukul 09.30. setelah melakukan upacara pelepasan, kami melakukan absen dan pembagian kelompok bus. Saya masuk di bus 2, sedangkan teman saya yang bernama Rizki Damayanti masuk kelompok di Bus 3. Karena kelas kami atau kelas MI B Reg A semester 5 yang mengikuti PKM hanya 2 orang, yaitu saya dan Rizki Damayanti maka disitu saya memutuskan untuk bergabung dengan teman saya di bus 3 dan disetujui oleh panitia.

            Kemudian waktu menunjukkan pukul 09.30 dan kami harus sudah berkumpul didalam bus, ketika kami sudah masuk di bus 3 ternyata panitia menyuruh rombongan cewek yang ada di bus 3 untuk pindah ke bus 1 yang akan diisi dengan cewek semua. Perjalanan pun dimulai, kami berjalan dari Baturaja menuju Muara Dua dan beristirahat untuk melakukan sholat dzuhur dan makan siang di Masjid Islamic Center Muara Dua. Masjidnya begitu besar dan cantik hingga membuat hati saya terkagum kagum. Setelah insoma kami melanjutkan perjalanan menuju Liwa, disitulah perjalanan berkelok kelok disertai dengan guyuran hujan akan dimulai hingga membuat perut kami mual dan memutuskan untuk tidur. Pada pukul 16.30 kami sampai di Kota Liwa dan disambut baik oleh kepala desa dan masyarakat Liwa. Kami disana disediakan kursi untuk duduk dan melakukan penandatanganan MOU. Setelah itu kami melakukan sholat Magrib terlebih dahulu sebelum berangkat ke Bukit Bakung.

            Karena waktu itu hujan maka jalan disana licin, maka dari itu kami diantarkan menuju Bukit menggunakan motor oleh masyarakat disana. Perjalanan menuju Bukit sangatlah seru dengan jalanan yang penuh dengan batu dan licin cocok untuk melakukan trip adventure. Saya diantarkan oleh laki-laki tapi saya tidak tahu namanya. Dia bercerita banyak tentang liwa. Disitu saya sangat takut terjatuh, karena kemiringan bukit hampir mencapai 90 derajat dan dengan suasana yang gelap. 10 menit kemudian kami sampai di perkemahan. Suasana disana sangat dingin sekali. Disana saya melihat kerlap kerlip lampu kehidupan dari atas. Setelah sampai diatas saya langsung mengabari ibu dan menceritakan perjalanan saya menuju keatas bukit. Tidak lama kemudian , dosen pengawas kami selama PKM menyuruh kami berkumpul untuk melakukan bakar-bakaran ikan dan jagung sebagai makanan malam kami disana. Itu adalah pengalaman yang tak akan terlupakan bagi saya, dimana untuk pertama kalinya saya berjalan jauh sampai ke atasa bukit.

            Setelah makan malam, saya dan teman saya memutuskan untuk tidur ditenda karena besok pagi harus melakukan perjalanan untuk turun ke bawah dan mengambil dokumentasi. Pukul 04.30 saya terbangun dan bersiap siap untuk melakukan sholat subuh. Setelah matahari hampir terbit kami melakukan sesi pemotretan objek. Dan subhanallah…. Pemandangan disana memang begitu menakjubkan.




 Saya bisa melihat awan dari situlah mengapa objek wisata tersebut dinamakan Negeri Diatas Awan. Setelah itu kami turun kebawah dan melakukan perjalanan menuju kedanau ranau.

Yang mau liburan akhir pekan, yang mau camping, tempat ini cocok buat kamu. Yuk langsung saja kepoin IG nya👉https://instagram.com/bawangbakung?utm_medium=copy_link

#unmaha #pkmunmaha #unmahabaturaja #negeridiatasawan #negeridiatasawanliwa #wisatalampung #danauranau #wisatadanauranau #wisataokuselatan


Comments